Kerajinan Anyaman Bambu Cahaya Mandiri Dari Desa Mandalagiri Kecamatan Leuwisari

Produk Anyaman Bambu Cahaya Mandiri
Pengrajin Anyaman Bambu Cahaya Mandiri

Sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Desa Mandalagiri Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya Dengan kehadiran sang pengrajin anyaman bambu yang sukses Pak Oman (57), begitu nama panggilan akrabnya, yang memulai pekerjaan sebagai pengrajin anyaman bambu dengan nama perusahaannya yaitu “CAHAYA MANDIRI”

               Bapak Oman mengaku, mulai merintis usaha kerajinan anyaman bambu pada tahun 1985 dengan modal Rp.25.000 .Namun sekarang sudah mempunyai karyawan 25 orang yang terdiri 7 orang perempuan dan 18 orang laki laki kini usaha yang digelutinya mulai dapat pesananyan dari luar jawa bahkan pernah ada pamesananan keluar negeri adapun anyaman yang dikerjakan mulai dari alat rumah tangga yang kesemuanya merupakan bahan baku dari bambu.

                “Pada awalnya, saya hanya bermodalkan Rp.25.000 dan kini Alhamdulillah sudah berkembang, karena banyaknya pesanan yang hampir tiap hari mengalir,”ujarnya.

                Ketika ditanya mengenai bahan baku bambu, Oman mengaku tidak mengalami kesulitan.”Untuk bahan baku seperti awi tali tidak akan kekurangan karena di daerah kami masih banyak untuk mempercepat produksinya .Kami sangat berharap kepada pemerintah kabupaten khususnya atau pemerintah pusat supaya bisa memberi bantuan mesin produksi atau teknologi tepat guna yang mampuh mengerjakan lebih banyak. Karena saat ini kami masih menggunakan alat manual atau alat yang sangat sederhana bagi yang berminat alat rumah tangga seperti keranjang, baki tempat aqua gelas .sendok, garfu, tempat tisu ,rantang.dan lainnya,”jelasnya

Foto By Andi N
Rantang Anyaman Bambu

Sebelum mengakhiri obrolan, Oman berkata, bagi konsumen yang membutuhkan aneka ragam kerajinan anyaman bambu produkya bisa menghubungi nomor HP ini 085223435110/081222165302 .(ADE BACHTIAR ALIEF)

Di desa Mandalagiri khususnya Kampung Paniis Hilir RW 06 itu hampir 80 persen pengrajin anyaman bambu dan untuk bahan bakunya masih banyak tidak akan kurang tinggal bagai mana pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memgembangkannya. Syukur sekali kalau desa kami dijadikan desa wisata industri anyaman bambu.”ungkap kepala desa.

Selanjutnya perkembangan indrustri kerajinan anyamam bambu Kabupaten Tasikmalaya saat ini yang dirasakan masih menemui banyak kendala baik itu disebabkan oleh permasalahan klasik pengusaha itu sendiri seperti lemahnya permodalan, lemahnya akses pasar, manajerial usaha kelembagaan, emahnya manajemen pemasaran serta kewirausahaan.  “Kendala kendala tersebut tentunya memerlukan upaya upaya untuk mengatasinya sehingga sangat diharapkan adanya peran aktif baik itu unsur pemerintah,perbankkan perguruan tinggi maupun para pelaku usaha itu sendiri untuk mencapai suatu kondisi UKM yang diharapkan yaitu UKM yang mandiri.,mempunyai daya saing kompetitif di pasar lokal, nasional maupun global.serta meningkatnya taraf hidup para pelaku usaha dan masyarakat pada umumnya.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan